Burung Elang Jawa, Simbol Negara Indonesia Yang Langka!

Burung Elang Jawa adalah salah satu spesies endemik yang cuma terkandung di Pulau Jawa. Konon, lambang Burung Garuda yang jadi lambang Negara Indonesia terinspirasi dari burung ini. Ini dikarenakan pada jaman perjuangan dulu burung ini banyak dijumpai pada hutan-hutan di kawasan Pulau Jawa. Seiring pembangunan pesat yang berjalan di Pulau Jawa, kini spesies endemik itu terancam punah.

Banyak pemburu liar yang tak bertanggung jawab menculik anak Elang Jawa yang tetap kecil dan belum sanggup terbang dari sangkarnya. Selain itu, kawasan hutan yang kian menyempit dan karakter biologis hewan yang cuma bertelur dua tahun sekali terhitung menyebabkan kelambatan perkembang-biakan Elang jawa.

Mengenal Burung Elang Jawa Yang Di Lindungi

Elang Jawa merupakan salah satu spesies endemik di Pulau Jawa. Burung itu punyai ciri khas berwujud jambul di atas kepala bersama panjang 12 cm. Selain itu, sebagai spesies berukuran sedang, Elang Jawa punyai tubuh bersama panjang 56-70 cm dan punyai rentang sayap selebar 110-130 cm. Elang Jawa punyai bunyi nyaring yang tinggi. Berbeda dengan penangkaran hewan laut, buat kamu yang memiliki biaya besar serta menginginkan untuk melakukan budidaya burung elang jawa diharuskan memiliki lahan amat luas.

Burung yang punyai nama ilmiah Spizaetus Bartelsi itu secara sekilas serupa bersama Elang Brontok baik dari suaranya maupun ketika ia terbang. Namun Elang Jawa punyai warna yang lebih kecokelatan. Pada zaman dahulu, Elang Jawa sanggup ditemukan di hampir semua hutan-hutan lereng gunung yang ada di Pulau Jawa. Namun, tidak cuman tempat lereng gunung, keberadaan Elang Jawa sulit ditemukan.

Habitat burung ini cuma hanyalah berada di wilayah hutan primer dan tempat peralihan pada dataran rendah dan pegunungan. Sementara itu, sebagai burung pemangsa Elang Jawa sering bertengger di pohon-pohon yang tinggi. Selain memangsa burung-burung kecil seperti Puai dan Walik, burung ini terhitung memangsa mamalia kecil seperti tupai, musang, apalagi anak monyet.

Langkanya Burung Elang Jawa

Populasi Elang Jawa tidak sanggup berkembang cepat dikarenakan burung itu merupakan type burung monogami yang cuma kawin bersama satu pasangan seumur hidupnya. Kebanyakan penelurannya berjalan pada paruh pertama tahun, yaitu menjadi dari Januari sampai Juli. Karena keberadaannya yang terancam punah, para ilmuwan mengupayakan melaksanakan konservasi atas burung ini. Walau begitu, tantangan yang dihadapi tidaklah mudah. Hal ini disebabkan tambah rusaknya habitat hewan berikut dan perburuan serta perdagangan illegal yang dipercayai terus meningkat lebih-lebih pada kota-kota besar di Jawa yang dulunya diniatkan untuk membangun tempat berjudi seperti sbobet saat pertaruhan belum ilegal di Indonesia.

Taman Nasional Tanjung Puting, Penangkaran Orangutan Kalimantan Di Hutan Liar

Taman Nasional Tanjung Puting, sebuah penangkaran orangutan yang berlokasi di Kalimantan Tengah ini merupakan penangkaran terbesar di dunia untuk hewan mamalia tersebut. Sebelum kita membahas bagaimana Taman Nasional Tanjung Puting, mari kita bahas Orangutan terlebih dahulu. Seperti yang kita ketahui bahwa orang utan adalah kera besar asal Indonesia, yang hanya bisa kita temukan di daerah hutan hujan Kalimantan dan Sumatera.

Silsilah Primata Orangutan

Hewan Mamalia yang memiliki nama ilmiah Pongo ini memiliki beberapa jenis yaitu orangutan Tapanuli, Orangutan Borneo, dan Orangutan Sumatera yang masuk kedalam genus subfamili Ponginae dari urutan terbesar Hominidae sebagai pemisah Manusia, Gorilla, dan juga Simpanse. Menurut keturunan silsilah primata Orangutan sendiri merupakan keturunan terakhir dari jenis primata famili Ponginae. Keberadaan orangutan saat ini cukup menyedihkan karena sering menjadi incaran perburuan yang menjadikan makhluk ini menjadi langka.

Faktor lain kenapa kera besar ini bisa menjadi langka adalah karena pembabatan wilayah pada hutan-hutan besar di Indonesia khususnya daerah Sumatera dan Kalimantan ini. Kecerdasan makhluk primata ini lah yang sering dijadikan incaran para ilmuwan untuk diteliti. Terkadang juga karena kecerdasan dari primata ini ada saja orang yang melakukan tindak kejahatan dengan menjadikan mereka sirkus yang seolah bisa bermain game betting slot online.

Penangkaran Taman Nasional Tanjung Puting

Seperti yang sudah sering kita bahas bahwa adanya sebuah taman nasional sebagai penangkaran hewan ini adalah salah satu siasat agar bisa menjaga dan mengembang biakkan hewan langka. Seperti Taman Nasional Lore Lindu, penangkaran pada TNTP ini dibangun langsung pada lokasi lapang berupa hutan asli sekitar 415.040 ha. Didalamnya kamu bisa menemukan sekitar 38 jenis mamalia seperti kera bekantan dan 30ribu hingga 40ribu orangutan Kalimantan. TNTP sendiri sudah mendapat pengakuan sebagai tempat konservasi orang utan terbesar di dunia.

Jika anda berkunjung ke taman nasional tanjung puting, kamu bakal disediakan kapal kecil untuk mengarungi sungai sebagai alat transportasi disana. Sungai yang dilalui merupakan sungai Sekonyer yang melintasi area taman nasional tersebut. Disana kamu bisa menemukan bahkan bertatap langsung dengan para orangutan Kalimantan. Hutan tersebut adalah hutan tropis asli dimana terda[at berbagai spesies lain, kamu bisa melihat buaya, monyet abu-abu, dugong, bahkan buaya. Taman Nasional Tanjung Puting ini terbagi menjadi 3 area diantaranya adalah Pondok Tanggui, Tanjung Harapan, dan juga Camp Leakey

Penangkaran Burung Maleo : Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah

Jika kemarin kita sudah membahas bagaimana taman nasional way kambas sebagai habitat buatan bagi para mamalia, kali ini kita bakal review penangkaran khusus unggas di Sulawesi Selatan. Seperti yang kita ketahui untuk Indonesia bagian barat dan tengah memiliki sedikit spesies unggas yang unik dan terhitung langka.

Namun jika anda melihat pada Indonesia Timur, kamu bakal menemukan banyak spesies burung tropical yang sangat unik dan cantik. Tidak hanya bentuknya saja namun juga suara burung-burung tersebut terkenal indah dan lantang. Seperti salah satu burung Maleo yang dilestarikan khusus pada Taman Nasional Lore Lindu di Sulawesi Tengah. Hampir setengah atau 50% dari spesies vertebrata Sulawesi tidak ditemukan di tempat lain di dunia yang artinya sangat-sangatlah langka.

Taman Nasional Lore Lindu

Kalian tau tidak kenapa ada banyak sekali spesies unik dari Sulawesi? Tidak hanya karena spesies disana memiliki kombinasi genetik tidak biasa, namun juga terdapat faktor yang ada pada geografis Sulawesi. Jutaan tahun berada dalam kondisi relatif isolasi menghasilkan berbagai fauna endemik untuk berkembang secara unik di Sulawesi. Hal tersebut diperkirakan sebagai alasan kenapa spesies unik disana tidak ditemukan ditempat lain. Karena iklim yang tepat dan jarak tersebut membuat para hewan endemik ini tidak bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya.

Contoh nya saja burung Maleo yang unik ini terhitung langka dan memiliki penangkaran khusus di Sulawesi bernama Taman Nasional Lore Lindu. Terbentuk sejak 2005, kelompok ini menjadi mitra Balai Besar TNLL di dalam lakukan beraneka kesibukan konservasi. Nama kelompok itu adalah “cagar maleo”. Setiap ada kegiatan, mereka selalu terlibat dengan Balai Besar TNLL di dalam melestarikan flora dan fauna di kawasan Taman Nasional. Data TNLL menyebutkan, populasi burung maleo di alam bebas di dalam di lokasi berikut selagi ini lebih kurang 900-an ekor, tiap-tiap jatan dan betina. Setiap bulan ada 10-15 ekor anak maleo hasil penangkaran di lepaskan ke alam bebas.

Sistem Penangkaran Burung Maleo

Taman Nasional Lore Lindu ini merupakan tempat atau area dimana burung Maleo ditemukan dan berkembang biak. Penangkaran burung maleo ini ternyata memiliki beberapa titik yang tersebar loh di Sulawesi, dengan 1 arahan pusat yaitu Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu. Penangkaran meleo dibangun untuk menyelamatkan dan merawat satwa endemik itu dari ambang kepunahan akibat kerap diburu oleh oknum-oknum yang hanya memikirkan keperluan ekonomi.

Padahal, maleo salah satu dari sekian banyak satwa langka yang kudu dilestarikan sebab selain endemik di Pulau Sulawesi, keberadaannya termasuk menjadi aset bagi pemerintah dan penduduk untuk kepentingan pendidikan dan penelitian. Habitat burung maleo termasuk menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik dan unik. Tidak heran jika banyak wisatawan, termasuk mancanegara seperti turis asal Amerika yang terkenal dengan perjudian inspirasi sbobet daftar yang tertarik melihatnya.

Taman Nasional Way Kambas, Lampung

Mengingat dunia sudah mengalami globalisasi dalam waktu yang begitu lama, dan hal ini lah yang menjadi faktor utama banyak hewan mengalami kepunahan. Akibat banyaknya habitat dari beberapa hewan di dunia makanya mereka menjadi cukup langka dan bahkan hampir mengalami kepunahan. Tidak tertinggal bahkan kadal raksasa dari zaman purba dibuatkan Penangkaran Taman Nasional Komodo. Di Indonesia sendiri tidak sedikit tempat penangkaran yang ditujukan untuk melindungi beberapa hewan langka Indonesia.

Taman Nasional Way Kambas

Dikenal sebagai penangkaran khusus gajah Sumatera yang merupakan Gajah asli dari Pulau Sumatera. Kawasan yang berada di daerah lampung ini memiliki kawasan hutan air rawa dengan padang rumput, semak belukar, dan juga hutan pantai. Total luas dari keseluruhan kawasan buatan tersebut berkisar 125.000 Hektar loh.

Tentu saja diperlukan lahan yang begitu luas karena didalam Taman Nasional Way Kambas terdapat 300 Gajah Sumatera serta beberapa hewan buas langka lainnya seperti Beruang Madu, Badak Sumatera, Harimau Sumatera, Rasa Sambas, Kijang, dan juga Kucing Emas. Jika kalian ingin coba mengunjungi Way Kambas, anda bisa melihat bagaimana proses penangkaran satwa disana.

Sejarah Taman Nasional Way Kambas

Pendirian kawasan Way Kambas sendiri dimulai sejak 1936 oleh Resident Lampung dengan disusul Surat Keputusan Gubernur Belanda pada tanggal 26 Januari 1937. Pada 1 April 1989 tepat saat Sbobet mulai memasuki Indonesia, dideklarasikan kawasan Taman Nasional Way Kambas secara resmi dengan luas awal taman tesebut sebesar 130.000 hektar.

Ditetapkannya taman pelestarian alam tersebut karena untuk melindungi para satwa liar yang ada didaerah Sumatera. Namun setelah 20 tahun kawasan ini dibuka untuk hak pengusahaan hutan, hal tersebut berdampak buruk. Karena ternyata semenjak itu tepatnya ditahun 1968-1974 terjadi kerusakan habitat satwa yang cukup berat.

Secara gaeografis Taman Nasional Way Kambas terdapat pada 40°37’ – 50°16’ Lintang Selatan dan pada 105°33’ – 105°54’ Bujur Timur. Berada di bagian tenggara Pulau Sumatera di wilayah Propinsi Lampung. Pada th. 1924 kawasan hutan Way Kambas dan Cabang disisihkan sebagai area hutan lindung, berbarengan bersama dengan lebih dari satu area hutan yang tergabung didalamnya.